manatahan.net – Kementerian Kesehatan melakukan berbagai upaya untuk membangun kemandirian keluarga dan masyarakat untuk hidup sehat demi suksesnya Program Indonesia Sehat dengan Pendekatan Keluarga (PIS-PK) dan Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (GERMAS).

Kemandirian untuk hidup sehat yang dibangun mulai dari keluarga, akan berperan dalam meningkatkan derajat kesehatan masyarakat. “Upaya tersebut juga harus didukung oleh pemerintah dalam menyediakan sarana dan prasarana kesehatan yang memadai yang dapat dimanfaatkan oleh masyarakat di keluarga dan di fasilitas pelayanan kesehatan,”ujar Kepala Biro Komunikasi dan Pelayanan Masyarakat drg. Oscar Primadi, MPH dalam keterangan persnya, yang ditulis Jumat, (10/11).

Demi kemandirian prasarana, alat kesehatan merupakan salah satu yang penting. Karena itu Kementerian Kesehatan bersama berbagai unsur berupaya mewujudkan masyarakat Indonesia yang mandiri di bidang alat kesehatan.

Saat ini alat kesehatan yang beredar di Indonesia masih didominasi produk impor. Ini tantangan pemerintah untuk mengurangi ketergantungan terhadap alat kesehatan impor dan beralih menuju kemandirian alat kesehatan.

“Upaya Kementerian Kesehatan menyelenggarakan pameran alat kesehatan dalam negeri yang telah berlangsung 3 tahun sejak tahun 2015 telah menunjukkan hasil yang signifikan,”ujar Oscar.

Terjadi peningkatan jumlah sarana produksi alat kesehatan sebanyak 517 sarana (naik lebih dari 2 kali lipat) dan peningkatan jenis alat kesehatan sebanyak 32 jenis. Saat ini telah ada 719 sarana produksi yang mampu memproduksi 294 jenis alat kesehatan.

Dengan kemampuan ini Industri Alat Kesehatan Dalam Negeri saat ini telah mampu memenuhi lebih kurang 50% standar fasilitas alat kesehatan di Rumah Sakit tipe A, B, C dan D.

Saat ini industri dalam negeri telah mampu memproduksi alat kesehatan teknologi rendah hingga menengah (seperti tempat tidur pasien, lensa kontak, dental chair, reagen kimia klinik dan imunologi, dan lain-lain), yang seharusnya kita dukung dengan memaksimalkan penggunaannya.

“Salah satu upaya yang telah dilakukan, adanya MoU dengan Asosiasi Persatuan Rumah Sakit Indonesia (PERSI) untuk memprioritaskan penggunaan alat kesehatan dalam negeri dengan pembeliannya dilakukan melalui e-katalog,”ujar Oscar.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *